ProsesBelajar Konsumen (Consumer Learning) 6. Proses belajar Vicarious Learning (Observational atau Social Learning) -Paulina Desi Nataliana (.0109) -Ajeng Tri Setyowati (14.01.05.51.0116) Pada classical conditioning, perilaku konsumen sangat ditentukan oleh
Terjemahanfrasa CLASSICAL CONDITIONING dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan "CLASSICAL CONDITIONING" dalam kalimat dengan terjemahannya: Dua pembelajaran asosiatif adalah classical conditioning dan operant conditioning. Bahkandalam kehidupan sehari-hari, pengondisian klasik terlihat jelas dalam diri kita semua. Bayangkan situasi di mana pasangan mengatakan 'kita perlu bicara.' Setelah mendengar kata-katanya, kita merasa khawatir dan cemas. Ada banyak contoh lain di mana pengkondisian klasik berlaku untuk kehidupan nyata seperti bel sekolah, alarm kebakaran, dll. Memujianak yang aktif adalah contoh operant conditioning dalam kelas Operant conditioning bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri, anak, maupun orang lain. Berikut ini contohnya. Memuji murid yang tenang di kelas di depan anak-anak lainnya, sehingga yang lain ingin mendapatkan apresiasi yang sama. Bagianpertama classical conditioning membutuhkan stimulus tak terkondisi, yang kalo dilakukan, akan memperoleh respons. Contohnya adalah memicingkan mata, itu kan refleks karena matanya ditiup. Tiupan inilah yang disebut stimulus tak terkondisi, karena stimulus ini udah menghasilkan respons tanpa harus dikondisikan. Behaviorismemerupakan salah satu teori pembelajaran yang paling awal dirumuskan. Ide besarnya adalah bahwa perilaku manusia dapat terjadi karena adanya pengkondisian. Prinsip utamanya adalah adanya hubungan sebab akibat; antara stimulus dan respon. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh John B. Watson (1878-1958) dalam tulisannya "Psychology .