Dalamkeadaan sakit, tubuh akan membutuhkan gizi dalam jumlah yang .. - 29174031 sakuraangeline sakuraangeline 05.05.2020 Penjaskes Sekolah Menengah Pertama terjawab Dalam keadaan sakit, tubuh akan membutuhkan gizi dalam jumlah yang .. A. Lebih banyak daripada tidak sakit B. Sama dengan waktu tidak sakitMengenal Berbagai Jenis Status Gizi, Anda yang Mana?Sebagian besar dari Anda mungkin mengetahui jika tubuh seseorang gemuk, kurus, atau normal. Tetapi, lebih jauh dari itu, badan kesehatan dunia WHO telah mengklasifikasikan status gizi seseorang berdasarkan tinggi badan, berat badan, dan usia. Apa itu status gizi? Setiap orang pasti mendambakan status gizinya normal, mempunyai berat badan ideal serta tinggi badannya. Status gizi normal menunjukkan Anda mempunyai status kesehatan yang baik dan dapat menurunkan risiko terkena penyakit. Status gizi merupakan kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi dan penggunaan zat gizi. Ketika asupan gizi Anda memenuhi kebutuhan, Anda akan mempunyai status gizi yang baik. Namun, ketika asupan gizi Anda kurang atau berlebihan, hal ini akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh Anda. Macam-macam status gizi Status gizi adalah salah satu indikator kesehatan seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengetahui status gizi Anda. Terutama, bila Anda memiliki buah hati yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Terkadang, seseorang memiliki anggapan yang salah terhadap status gizinya. Untuk menghindarinya, Anda mesti tahu berbagai jenis status gizi pada manusia. Indikator ini juga menentukan apakah Anda memiliki risiko penyakit tertentu atau tidak. Di bawah ini beberapa status gizi yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu untuk anak di bawah 5 tahun, anak usia 5 – 18 tahun, dan orang dewasa. 1. Anak di bawah 5 tahun Indikator yang biasa dipakai untuk anak usia ini yaitu berat badan terhadap umur BB/U, tinggi badan terhadap umur TB/U, dan berat badan terhadap tinggi badan BB/TB. Ketiga indikator tersebut dapat menunjukkan apakah seorang anak memiliki status gizi yang kurang, pendek stunting, kurus wasting, dan obesitas. Berat kurang underweight Underweight merupakan klasifikasi dari status gizi BB/U. BB/U menunjukkan pertumbuhan berat badan anak terhadap umurnya, apakah sesuai atau tidak. Jika berat badan anak di bawah rata-rata anak seusianya, anak tersebut dikatakan underweight. Namun, jangan khawatir karena berat badan anak dapat berubah dengan mudah. Indikator ini tidak memberi indikasi masalah gizi yang berat pada anak. Pendek stunting Stunting merupakan klasifikasi dari indikator status gizi TB/U. Anak yang dikatakan stunting yakni mereka yang memiliki tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya. Biasanya, anak yang terkena stunting akan lebih pendek daripada anak seusianya. Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga anak tidak bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhan tinggi badannya. Kurus wasting Wasting merupakan salah satu klasifikasi dari indikator gizi BB/TB. Anak yang dikatakan kurus yaitu mereka dengan berat badan rendah dan tidak sesuai terhadap tinggi badan yang dimilikinya. Wasting biasanya terjadi pada anak selama masa penyapihan atau selama 2 tahun pertama kehidupannya. Setelah anak berumur 2 tahun, biasanya risiko ia mengalami wasting akan menurun. Wasting merupakan tanda bahwa anak mengalami kekurangan gizi yang serius. Kondisi ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan makanan atau infeksi, seperti diare pada anak. Gemuk Merupakan lawan dari kurus, di mana sama-sama didapatkan dari pengukuran BB/TB. Anak yang dikatakan gemuk adalah mereka yang mempunyai berat badan lebih terhadap tinggi badan yang dimilikinya. 2. Anak usia 5 – 18 tahun Anak usia 5 – 18 masih mengalami banyak pertumbuhan dan perkembangan. Anda bisa mengetahui status gizi dari anak usia 5 – 18 tahun dengan menggunakan indikator TB/U dan IMT/U. Pendek stunting Sama seperti penjelasan di atas, stunting didapatkan dari pengukuran tinggi badan terhadap umur. Pada usia 5 – 18 tahun, tinggi anak masih terus bertambah dan anak masih bisa mengejar ketertinggalannya, walaupun mungkin kesempatannya hanya sedikit untuk bisa mencapai tinggi badan normal. Kurus, gemuk, dan obesitas Yang satu ini didapatkan dari pengukuran IMT/U. IMT yaitu indeks massa tubuh seseorang yang didapatkan dari perhitungan berat badan dibagi dengan tinggi badan. Kemudian, IMT ini disesuaikan dengan umur yang dimiliki anak. Jika IMT anak lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya, dikatakan anak tersebut kurus. Sebaliknya, jika IMT anak lebih tinggi atau lebih sangat tinggi dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya, dikatakan anak tersebut memiliki status gizi yang gemuk obesitas anak. 3. Dewasa atau lebih dari 18 tahun Pada orang dewasa, Anda cukup menghitung indeks massa tubuh IMT. IMT merupakan indikator dari komposisi tubuh Anda, seperti massa lemak tubuh dan komposisi tubuh lainnya selain lemak seperti tulang dan air. Anda dapat mengetahui IMT Anda dengan membagi berat badan dalam kg dengan tinggi badan dalam meter lalu dikuadratkan. Setelah menghitung indeks massa tubuh Anda, Anda akan tahu status gizi Anda yang dikualifikasikan sebagaimana di bawah ini. Kurus jika IMT Anda kurang dari 18,5 kg/m² Normal jika IMT Anda berkisar antara 18,5 – 24,9 kg/m² Overweight berat badan lebih jika IMT Anda berkisar antara 25 – 27 kg/m² Obesitas jika IMT Anda lebih dari 27 kg/m² Dengan mengetahui IMT Anda, Anda dapat mengetahui apakah Anda berada dalam status gizi kurus, normal, atau kelebihan berat badan. Anda juga dapat mengetahui apakah Anda kekurangan atau kelebihan gizi. Berat badan kurang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit infeksi, sementara berat badan lebih meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.Kelainangizi yang berat sering berakibat timbulnya suatu penyakit infeksi. Sebaliknya, penyakit infeksi akan mudah menyerang apabila dalam keadaan gizi kurang. Demikianlah akan terjadi sebab akibat yang timbal balik antara gizi kurang dan penyakit infeksi. Pada waktu sakit tubuh memerlukan zat gizi dalam jumlah yang lebih banyak daripada biasanya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Teh merupakan minuman yang populer dan dikonsumsi oleh banyak orang di seluruh dunia. Secara umum teh memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia karena mengandung antioksidan dan senyawa bioaktif lainnya. Namun, seperti semua hal, konsumsi teh secara berlebihan atau dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh manusia. Berikut beberapa dampak buruk yang dapat terjadi akibat konsumsi teh secara berlebihan atau dalam kondisi tertentuTerlalu banyak kafein Teh mengandung kafein, meski dalam jumlah yang lebih kecil dari kopi. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti kecemasan, insomnia, gangguan pencernaan, peningkatan detak jantung, dan dehidrasi. Jika seseorang sensitif terhadap kafein atau memiliki kondisi medis tertentu, seperti gangguan tidur atau penyakit jantung, terlalu banyak mengonsumsi teh bisa berisiko. Efek pada kehamilan Minum terlalu banyak teh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Hal ini terkait dengan kandungan kafein pada teh yang dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Gangguan penyerapan zat besi Teh mengandung senyawa yang disebut tanin, yang dapat mengganggu penyerapan zat besi non-heme, terutama jika dikonsumsi bersama makanan. Jika Anda kekurangan zat besi atau anemia, minum terlalu banyak teh dapat memperburuk kondisi ini. Pemutihan gigi Beberapa jenis teh, terutama teh hitam, mungkin mengandung pigmen yang dapat mempengaruhi warna gigi dan menyebabkan noda. Selain itu, jika gula ditambahkan ke dalam teh, dapat meningkatkan risiko plak dan kerusakan gigi. Efek pada keasaman lambung Teh mengandung asam tanat, yang dapat meningkatkan keasaman lambung. Jika Anda memiliki masalah pencernaan seperti refluks asam atau sakit maag, minum teh terlalu banyak atau terlalu kuat dapat memperburuk gejala ini. Namun, penting untuk dicatat bahwa efek negatif ini biasanya terkait dengan konsumsi teh yang berlebihan atau masalah kesehatan tertentu. Konsumsi teh dalam jumlah sedang atau sedang biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Jika Anda sangat khawatir untuk mengonsumsi teh dalam keadaan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Setelahmengetahui seberapa besar kebutuhan kalori harian Anda, lanjutkan dengan menghitung kebutuhan gizi makro dan mikro. 1. Kebutuhan gizi makro. Jenis zat gizi makro yang perlu Anda hitung kebutuhannya yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Setiap zat gizi makro mempunyai persentase tertentu dari total kebutuhan kalori Anda.- Gizi salah adalah suatu keadaan yang disebabkan ketidakseimbangan antara jumlah zat-zat gizi yang dikonsumsi dan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Gizi salah bisa berupa undernutrition kekurangan konsumsi pangan, specific deficiency kekurangan zat gizi tertentu, over nutrition kelebihan konsumsi pangan atau imbalance disproporsi zat gizi . Penyakit-penyakit gizi salah disebabkan oleh manusia itu sendiri, karena tidak mencukupi zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti kebutuhan akan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu, faktor kemiskinan juga menjadi penyebab timbulnya gizi-gizi salah. Karena, adanya kemiskinan membuat banyak pihak kesulitan memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Beberapa Gangguan Akibat Gizi Salah Mengutip modul Penjaskes SMP Kelas VII 2020, ini adalah gangguan dan penyakit yang bisa terjadi akibat gizi salah 1. Kurang Kalori ProteinKekurangan protein biasanya disertai dengan kekurangan kalori. Penyakit akibat kekurangan kalori dan protein disebut kurang kalori protein atau terkenal istilah KKP Kurang Kalori Protein. Penyakit ini banyak menimpa golongan anak, terutama anak-anak yang berumur di bawah lima tahun. Akibat yang sangat merugikan dari Kurang kalori protein adalah anak menjadi kurang lincah, lemah dan malas, tidak cerdas dan sering jatuh sakit. Tanda khas yang mendahului gejala-gejala KKP ialah terganggunya pertumbuhan anak. 2. Kurang Vitamin AKurang vitamin A merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Penyakit ini banyak menimpa anak-anak balita. Gejala utama vitamin A tampak pada gangguan alat penglihatan. Selain mengakibatkan gangguan terhadap penglihatan, kekurangan vitamin A akan menyebabkan juga kelambatan pertumbuhan, pengeringan epitel kulit, dan pengeringan kelenjar air mata. Sementara, mengkonsumsi vitamin A yang berlebihan dapat menimbulkan akibat yang kurang baik, yang disebut keracunan vitamin A. 3. Kurang vitamin Ba. Kurang vitamin B1 thiamineVitamin B1 berfungsi dalam metabolisme hidrat arang. Oleh sebab itu, kekurangan vitamin ini akan menyebabkan gangguan pada metabolisme hidrat arang. Gejala-gejala awal dari kekurangan vitamin B1, antara lain kurang nafsu makan, sukar buang air besar, rasa lelah, dan sukar tidur. Kekurangan vitamin B1 tingkat berat akan menyebabkan penyakit beri-beri. b. Kurang vitamin B2 riboflavineGejala kekurangan riboflavine biasanya terdapat bersamaan dengan gejala kekurangan vitamin B lainnya. Tanda-tanda yang khas ialah bibir kering pecah-pecah, juga pecah-pecah pada sudut mulut, radang pada lidah, kulit sekitar hidung kering dan kasar berbintik-bintik. c. Kurang NiacinTubuh manusia dan hewan menyusui dapat membuat niacin dari asam amino tryptophan. Penyakit akibat kekurangan niacin disebut pellagra. Gejala-gejala pellagra dikenal dengan istilah “3 D”, yaitu singkatan dari Diare, Disentri dan Demensia. 4. Kurang Vitamin CPenyakit yang disebabkan kekurangan vitamin C disebut scorbut seriawan, dengan gejala-gejala yang lazim, antara lain ialah perdarahan di bawah kulit sehingga tampak bercak-bercak hitam kemerah-merahan, gusi bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah. 5. Kurang Vitamin DKekurangan vitamin D akan menyebabkan penyakit yang disebut rakhitis yaitu kelainan-kelainan pada pertumbuhan tulang. Penyakit ini terdapat pada anak-anak yang masih kecil. Tanda-tanda kekurangan vitamin D ialah tulang-tulang panjang menjadi bengkak, pertumbuhan gigi terlambat. 6. Kurang Vitamin EKekurangan vitamin E akan menyebabkan kemandulan dan kelainan pada jantung. Pengaruhnya terhadap keadaan gizi manusia hingga sekarang masih belum dapat diketahui dengan pasti. 7. Kurang vitamin KVitamin K diperlukan untuk pembuatan protrombin, sesuatu yang diperlukan untuk pembekuan darah. Oleh sebab itu, kekurangan vitamin K akan mengakibatkan hambatan pada proses pembekuan darah. Pada operasi atau luka-luka misalnya, akan mudah terjadi perdarahan. 8. Kekurangan Zat-Zat MineralDalam bidang gizi yang akan dibicarakan adalah mengenai kekurangan kalsium zat kapur, fosfor, zat besi, dan yodium. Walaupun demikian, bukan berarti bahwa zat-zat mineral lainnya tidak penting. 9. Kurang Kalsium dan FosforPada anak-anak, kekurangan kedua zat mineral ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang dan gigi. Penyakit rakhitis akan terjadi apabila selain kekurangan zat kapur dan fosfor, juga kekurangan vitamin D. Pada orang dewasa akan terjadi osteoporosis dan osteomalasia, yaitu sejenis penyakit menyebabkan tulang-tulang menjadi rapuh dan lemak. 10. Kurang Zat BesiKekurangan zat besi akan menyebabkan anemia. Anemia dapat disebabkan selain karena kekurangan zat besi juga karena faktor-faktor lain. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, pada gadis remaja, dan pada wanita terutama wanita hamil. 11. Kurang YodiumYodium merupakan bagian dari hormon thyroid yang mengatur metabolisme basal. Kekurangan yodium akan menyebabkan pembesaran kelenjar thyroid yang dikenal sebagai gondok goiter.Baca juga Guna Makanan Sehat Bergizi Seimbang & Pengaruhnya Bagi Kesehatan Daftar Obat dan Vitamin Gratis Bagi Pasien Isoman di Jabodetabek Daftar Makanan Bergizi untuk Cegah Stunting pada Anak - Pendidikan Penulis Maria UlfaEditor Yantina DeboraSuatukeadaan yang disebabkan karena ketidakseimbangan antara jumlah zat gizi makanan yang dikonsumsi dan jumlah zat gizi yang dibutuhkan / diperlukan oleh tubuh disebut dengan (B) Gizi Salah.. Ketidakseimbangan bisa berupa kelebihan ataupun kekurangan zat gizi dalam tubuh, yang merupakan keadaan atau pengertian dari gizi yang salah.A. lebih banyak dari waktu tidak sakitkarena saat sakit tubuh kita perlu energi untuk pulihsepertinya itu Kekurangan gizi pada waktu kanak-kanak akan berpengaruh pada waktu anak menjadi dewasa, yaitu akan berakibat… *Statusgizi yang kurang atau berlebih akan mempengaruhi kualitas hidup. Gizi yang baik berarti tubuh memiliki cukup zat gizi untuk mempertahankan fungsi dan gangguan kesehatan, susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, yaitu jenis kelamin, umur dan status kesehatan.Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Gizi merupakan Gizi dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Pola makan seimbang berarti komposisi gizi harian yang mengandung zat gizi sesuai dengan kebutuhan tubuh, yaitu. jenis kelamin, usia dan status kesehatan. Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan Kekurangan Gizi, seperti anemia dan kekurangan berat badan, serta gizi lebih obesitas, yang dapat memicu penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes itu juga kita membutuhkan zat zat gizi seperti karbohidrat, protein, mineral, lemak dan vitamin, Kebutuhan Gizi sejak dini dipenuhi dengan berpegang pada prinsip variasi pola makan, olahraga, pola hidup bersih, dan berat badan normal. Hal ini dilakukan untuk mencegah gangguan gizi. apabila makanan tercukupi jumlah dan kualitasnya serta mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan fisik, pertumbuhan penuh pada anak-anak, Gizi yang tersimpan, dan fungsi Bagi kehidupan sehari-hari yang optimal. Dan berikut termasuk 10 pedoman gizi seimbang yang dapat dipahami menurut dari yang kami baca adalah Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan konsumsi Makanan manis, asin, dan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tangan pakai sabun dengan air sarapan minum air putih yang cukup dan makan buah dan membaca label pada kemasan dan nikmati aneka ragam makan yang sehat adalah cara mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi harian. Jumlah Gizi dan kalori yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda sesuai dengan usia, jenis kelamin, gaya hidup, aktivitas fisik, tempat tinggal, suhu udara, dll. Namun, prinsip dasarnya adalah jumlah asupan kalori harus seimbang dengan energi. dilepaskan dari tubuh. Selain menjaga asupan kalori, tubuh juga membutuhkan nutrisi yang lengkap agar tetap sehat Pola Hidup Sehat juga memiliki manfaat yang beragam yaitu 1. Mengurangi resiko penyakit kronisSebagian besar penyakit dapat disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan asam urat. Dengan memantau dan mengatur jenis makanan dan jumlah makanan yang dimakan, maka risiko penyakit berkurang. 2. Menjaga Berat Badan Tetap NormalUntuk memiliki tubuh yang sehat dan berat badan, semua itu harus diupayakan. Namun, semua itu tidak akan bisa terjadi tanpa pola makan yang benar. Mengonsumsi makanan berlemak dapat mengakibatkan tubuh kelebihan berat badan hingga obesitas. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan sehat dan olahraga untuk menurunkan berat Fungsi organ maksimalMengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi dapat menjaga agar sel-sel tubuh tetap berfungsi optimal, membuat tubuh lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Selain manfaat kami pun akan memberikan berberapa cara agar dapat menjaga pola makan yang sehat 1. Menyimpan catatan konsumsi makananUntuk memulai peralihan ke pola makan sehat, langkah pertama adalah mencatat sedikit makanan yang Anda makan. Catatan ini dapat digunakan untuk membuat rencana pengelolaan diet. Sebagai langkah Waktu makan teraturSetelahcatatan kecil selesai, langkah selanjutnya adalah mengatur waktu makan. Ini untuk menghindari makan berlebihan, yang dapat menyebabkan obesitas 1 2 Lihat Healthy Selengkapnya
KOMISIAKREDITASI RUMAH SAKIT INSTRUMEN AKREDITASI RUMAH SAKIT STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 Edisi - 1, tahun 2012 f KATA PENGANTAR KETUA KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT (Dr. dr. Sutoto, M.Kes) Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmatnya, instrumen akreditasi versi standar akreditasi 2012 telah selesai
- Saat merasa tidak enak badan atau sakit, banyak orang akan malas makan. Selain karena rasa tidak nyaman pada tubuh, nafsu makan juga menghilang. Padahal, menurut Cleveland Clinic, mendapatkan makanan dengan nutrisi yang tepat dapat membantu tubuh merasa lebih nutrisi yang tepat dapat memperkuat tubuh, memberikan energi, menambah imunitas, bahkan bisa mempercepat proses penyembuhan. Lalu, apa saja nutrisi untuk ketika sakit? Baca juga Macam-macam Nutrisi yang Dibutuhkan untuk Kesehatan Tulang 1. Protein hewani Dikutip dari WebMD, salah satu nutrisi paling penting yang perlu dikonsumsi saat Anda merasa sakit adalah protein. Sumber protein terbaik adalah dari sumber hewani. Ini karena protein hewani biasanya juga mengandung asam amino esensial dan zat gizi yang lebih mudah diserap tubuh. Mengutip dari Everyday Health, beberapa jenis asam amino seperti glutamin dan arginin dapat membantu pemulihan dan penyembuhan lebih cepat. 2. Protein nabati Selain protein hewani, tubuh juga memerlukan nutrisi yang berasal dari protein karena protein nabati memiliki proporsi asam lemak tak jenuh yang lebih baik dibanding protein hewani. Menurut Healthline, sumber nutrisi ini dapat membantu mengontrol kolesterol, berat badan, hingga meminimalisir risiko penyakit kardiovaskular. Ditambah lagi, protein nabati biasanya juga dilengkapi dengan berbagai zat gizi, serat, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. 3. Karbohidrat kompleks Makronutrien yang tidak boleh dilewatkan oleh Anda yang sedang sakit adalah karbohidrat. Itu karena karbohidrat bertugas untuk menyediakan energi dengan cara melepaskan glukosa dalam tubuh. Meski begitu, pilihan jenis karbohidrat sangat penting dalam masa penyembuhan. Saat sakit, sebaiknya Anda memiliki karbohidrat kompleks dibanding karbohidrat sederhana. Baca juga 7 Kekurangan Nutrisi yang Umum Terjadi dan GejalanyaJikatubuh dalam keadaan kurang gizi, tubuh akan mengirimkan gizi-gizi yang masih dipunyainya ke organ-organ terpenting, seperti jantung. Itu artinya organ yang tidak terlalu penting, seperti rambut, akan mendapat lebih sedikit asupan nutrisi. Kuku Bergerigi atau Cekung ke Dalam. Kondisi kurang gizi bisa menyebabkan perubahan pada kuku Anda.Home > Berita Terkini > Ahli Gizi Pasien COVID-19 Konsumsi Protein dan Energi Lebih Tinggi - Berita Terkini 07 May 2020 JAKARTA - Pengurus Dewan Pusat Perwakilan Persatuan Ahli Gizi DPP Persagi Triyani Kresnawan mengatakan pasien dalam pengawasan PDP COVID-19 yang dirawat di rumah sakit mengkonsumsi protein dan kalori tinggi dengan rekomendasi tertentu terkait zat gizi selama proses perawatan. "Protein untuk pasien-pasien yang terinfeksi itu memang lebih tinggi dari daripada kebutuhan orang normal karena protein ini salah satunya berguna untuk meningkatkan atau mengoptimalkan imunitas dari tubuh, mengganti jaringan jaringan yang rusak, dan menguatkan otot-otot supaya tidak terjadi malnutrisi," kata Triyani dalam konferensi video "Protein Sebagai Penambah Stamina" di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB, Jakarta, Kamis 7/5. Triyani menuturkan selain protein, pasien-pasien tersebut juga membutuhkan energi atau kalori yang lebih tinggi dari kebutuhan normal. Jika pasien mengalami panas atau demam dengan kenaikan suhu satu derajat di atas 37 derajat Celcius, maka pasien membutuhkan tambahan energi 13 persen. "Biasanya kita memberikan diet untuk pasien-pasien yang dirawat di Wisma Atlet atau di rumah-rumah sakit COVID-19 yaitu energi tinggi dan protein tinggi untuk pasien yang masih sadar penuh jadi makan per orang," tuturnya. Untuk pasien yang tidak sadar atau dalam keadaan kritis, rekomendasi asupan gizinya berbeda. Masyarakat umum, orang sehat, atau orang dalam pemantauan ODP yang tidak terinfeksi COVID-19 yang berada di rumah juga harus tetap mengkonsumsi menu gizi seimbang. Mereka tetap butuh zat gizi makro seperti protein, karbohidrat, lemak, serta sayur dan buah. Konsumsi makanan bergizi sangat penting dalam membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat. Sumber karbohidrat antara lain nasi dan jagung. Sumber protein antara lain daging, ayam, telur, tahu, tempe dan kacang hijau. Contoh menu sarapan pagi adalah nasi putih, telur mata sapi, dan stop wortel. Triyani mengimbau masyarakat Indonesia untuk memberikan perhatian khusus untuk mengkonsumsi sayur dan buah untuk gizi seimbang. "Kita anjurkan sayur buah tolong diperhatikan," tuturnya. Terkait penambahan energi dan protein, perlakuanya seperti biasanya menu terdiri dari nasi, sayur, buah dan ikan 50 gram, maka konsumsi ikan ditambah menjadi 100 gram agar asupan protein bertambah. Kemudian, energi yang ditambah 13 persen bisa diperoleh dari tambahan porsi dari kebutuhan sumber energi seperti nasi atau sumber karbohidrat lain. Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
1 Hewani : merupakan zat gizi yang bersumber dari hewan. 2) Nabati : merupakan zat gizi yang bersumber dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. 1) Zat Gizi Makro (Makronutrisi) : Pengertian gizi makro (makronutrisi) merupakan suatu zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak dengan satuan gram.
Gizi buruk adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh mendapatkan asupan nutrisi terlalu sedikit atau justru terlalu banyak. Dampak gizi buruk bagi kesehatan tidak boleh disepelekan. Selain melemahkan daya tahan tubuh, kondisi ini bisa memicu berbagai penyakit, seperti penyakit jantung atau diabetes tipe 2. Terjadinya gizi buruk dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari pola makan yang tidak sehat, kurangnya akses untuk mendapatkan pasokan pangan, diet ekstrim, hingga gangguan atau penyakit pada saluran pencernaan yang menimbulkan masalah penyerapan nutrisi, seperti penyakit celiac dan penyakit Crohn. Dampak Gizi Buruk yang Mungkin Terjadi Secara umum, gizi buruk memiliki 2 bentuk, yaitu kurang gizi dan kelebihan gizi. Kondisi kurang gizi cukup sering dialami oleh anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa dan lansia. Pada anak-anak, kurang gizi bisa menyebabkan mereka mengalami gangguan tumbuh kembang, berkurangnya tingkat kecerdasan dan prestasi akademik, berat badan kurang, serta stunting. Sementara itu, kelebihan gizi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, bisa menyebabkan terjadinya obesitas. Penderita gizi buruk juga sangat berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan atau penyakit lainnya, seperti Resistensi insulin Hipertensi Disiplidemia Diabetes tipe 2 Penyakit kardiovaskuler Imunodefisiensi Gangguan kesuburan atau infertilitas Mengenali Gejala Gizi Buruk Tubuh manusia membutuhkan kalori dan beragam nutrisi dalam jumlah yang cukup untuk menjalankan fungsi organ-organnya. Tanpa nutrisi yang memadai, tubuh bisa menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit. Sebagai contoh, karena kekurangan gizi, jaringan otot dan tulang akan melemah dan menjadi rapuh. Sedangkan pada otak, kurang gizi bisa menyebabkan kesulitan berpikir, mengingat, dan konsentrasi. Dampak kurang gizi juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh melemah, sehingga Anda bisa lebih rentan terkena infeksi. Secara umum, berikut adalah berapa gejala yang bisa muncul pada penderita gizi buruk Lemah dan lesu Nafsu makan menurun Kulit kering Rambut rontok Mudah kedinngan Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki Diare Luka lama sembuh Sering mengalami gejala infeksi, seperti demam, batuk, pilek, atau muncul borok di kulit. Di samping pentingnya memahami gejala gizi buruk, Anda juga perlu mengetahui jenis gizi buruk yang paling umum terjadi, yaitu 1. Kwashiorkor Kwashiorkor adalah kondisi gizi buruk di mana seseorang mengalami kekurangan protein dalam jumlah yang banyak. Biasanya ini terjadi karena pola makan yang tidak sehat atau karena kemiskinan, sehingga seseorang tidak bisa memperoleh asupan protein yang cukup. Jenis gizi buruk ini dapat dikenali beberapa tanda dan gejala, seperti pembengkakan di tangan dan kaki edema, perut membesar atau buncit, lemas, kulit kering dan pecah-pecah, rambut berwarna kecoklatan atau mirip jagung, dan jaringan otot menipis. 2. Marasmus Marasmus merupakan jenis gizi buruk yang disebabkan oleh kekurangan energi atau kalori, protein, serta nutrisi lain, termasuk karbohidrat dan lemak. Orang yang menderita marasmus umumnya akan tampak sangat kurus, nyaris tidak ada jaringan otot dan lemak, kulit kering dan rambut rapuh, diare kronis, serta sulit konsentrasi dan mudah emosi. 3. Marasmus-kwashiorkor Marasmus-kwashiorkor adalah kondisi gizi buruk yang paling parah. Kondisi ini banyak terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan di tubuh, perut buncit, tubuh sangat lemah, napas lebih lambat, kulit kering dan mudah memar, serta berat badan yang jauh di bawah normal. Orang yang mengalami gizi buruk ini juga bisa mudah terkena infeksi atau lebih lama sembuh ketika terkena infeksi atau terluka. 4. Defisiensi vitamin dan mineral Defisiensi vitamin dan mineral terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup. Kondisi ini bisa muncul bersamaan dengan kondisi gizi buruk lainnya. Gejala defisiensi vitamin dan mineral bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis vitamin dan mineral yang tidak tercukupi. Misalnya, kekurangan asupan zat besi bisa menyebabkan anemia, sedangkan kekurangan vitamin C bisa menyebabkan skorbut. Namun, secara umum, gejala akibat kekurangan vitamin dan mineral adalah mudah lelah, nafsu makan menurun, kram atau nyeri otot, rambut rontok, kuku rapuh, muncul luka atau lecet di sudut bibir, lidah nyeri, sariawan. dan gusi berdarah. Cara Mengatasi dan Mencegah Gizi Buruk Setiap negara bertanggung jawab dalam memenuhi kecukupan gizi penduduknya, terutama balita dan anak-anak. Di Indonesia, upaya perbaikan gizi untuk perseorangan maupun masyarakat dilakukan melalui beberapa program, antara lain Perbaikan pola makan Memperbaiki asupan makanan sehat dan bergizi seimbang merupakan cara paling efektif untuk mengatasi serta mencegah dampak gizi buruk. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pola makan antara lain Biasakan mengonsumsi aneka makanan pokok dan makanan tinggi protein, lemak sehat, dan karbohidrat. Biasakan mengonsumsi 3–4 porsi sayur dan 2–3 porsi buah setiap hari. Batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak. Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air minimal 8 gelas sehari. Rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga setidaknya 30 menit per hari. Pemantauan status gizi Gizi buruk pada anak bisa berdampak terhadap tumbuh kembang, kemampuan belajar, dan masa depannya. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk teliti dalam memantau status gizi anak, yakni dengan rutin menimbang berat badan anak dan mengukur tinggi badan anak ke dokter atau ke puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan lainnya. Jika terdeteksi dan ditangani lebih awal, dampak gizi buruk terhadap kesehatan dan proses tumbuh kembang anak bisa diminimalkan. Masalah kesehatan terkait dampak gizi buruk bisa menimpa siapa saja. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang, termasuk Anda, untuk mengenali berbagai gejala gizi buruk dan memenuhi asupan nutrisi dengan baik dengan menerapkan pola makan sehat. Bila perlu, Anda juga bisa mencukupi asupan nutrisi dengan mengonsumsi suplemen nutrisi tambahan sesuai rekomendasi dokter. Apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala gizi buruk, janganlah ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter gizi. Hal ini penting dilakukan agar dokter dapat memberikan penanganan untuk memperbaiki status gizi serta mencegah dan mengatasi dampak gizi buruk lebih lanjut.seorangtenaga kerja dengan keadaan gizi yang baik akan memiliki kapasitas kerja dan ketahanan tubuh yang lebih baik. 12. Gizi dengan kalori yang memadai menjadi syarat utama yang menentukan tingkat produktivitas kerja. Antara kesehatan, ketahanan fisik dan produktivitas kerja terdapat korelasi yang sangat nyata. 3.2 Saran . 3.2.1 Untuk Tenaga Dalam keadaan sakit,tubuh akan membutuhkan gizi dalam jumlah yang? banyak daripada waktu tidak sedikit daripada waktu tidak dengan waktu tidak banyak dan kadang sedikit dari waktu tidak sakit Jawaban banyak dari pada waktu Tidak sakitPenjelasanSaat sakit tubuh kita tidak memerlukan energi untuk pulih nah pada waktu kita tidak sakit maka kita sering beraktivitas beraktivitas memerlukan energi yang cukup banyak saat kita sakit kita tidak melalukan banyak pergerakan malah kita harus istirahat oleh karena itu istirahat tidak memerlukan energi A. Lebih banyak daripada waktu tidak saat sakit kita perlu banyak gizi agar daya tahan tubuh kita kuat dan bisa melawan virus/penyakit yg sedang menyerang tubuh kita.
.